Semangat IGRS Menghapus Stigma Buruk Gim

Jakarta, 23 November — Bagi para penikmat maupun pelaku industri gim, perdebatan soal citra negatif gim di Indonesia tampaknya tidak pernah benar-benar reda. Masih banyak orang tua yang khawatir anaknya kecanduan, atau anggapan bahwa bermain gim adalah kegiatan yang “tidak produktif”. Padahal, industri gim tumbuh pesat dan sudah menjadi bagian dari kehidupan digital masyarakat modern.
Di tengah pro dan kontra itu, pemerintah sebenarnya telah menyediakan pedoman yang jelas: Indonesia Game Rating System (IGRS).

Apa Itu IGRS?

IGRS adalah sistem klasifikasi usia untuk gim yang beredar di Indonesia—mirip seperti rating usia pada film, tetapi dirancang khusus untuk karakteristik gim. Penilaian mencakup tingkat kekerasan, bahasa, hingga interaksi antar pemain. Sejak diperkenalkan pada 2016, IGRS hadir untuk membantu masyarakat, terutama orang tua, memahami isi dan konteks suatu gim sehingga bisa memilih dengan lebih bijak.

IGRS menetapkan lima kategori usia: 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Penentuan rating dilakukan melalui asesmen mandiri oleh publisher, yang kemudian diverifikasi oleh tim internal IGRS. Sistem ini juga terhubung dengan International Age Rating Coalition (IARC)—organisasi non-profit yang bekerja sama dengan lembaga rating besar seperti ESRB dan PEGI, serta 11 storefront internasional seperti Google Play dan PlayStation Store. Melalui kerja sama ini, gim yang terdaftar di berbagai storefront dapat memperoleh rating IGRS secara otomatis ketika wilayah Indonesia sudah dilisensikan.

Menghapus Stigma Lewat Pemahaman Rating

Sebagian besar stigma muncul karena kurangnya informasi. Gim sering dilihat sebagai satu kategori besar, sehingga penilaian negatif mudah sekali muncul. Di sinilah manfaat rating seperti IGRS sangat terasa: memberi edukasi cepat dan sederhana.
Dengan memahami rating, masyarakat akan melihat bahwa:

  • Ada gim yang memang dibuat untuk anak-anak.
  • Ada gim yang ditujukan untuk pemain dewasa dengan konten yang lebih kompleks.
  • Ada juga gim yang mendidik, membantu kreativitas, atau meningkatkan kemampuan kognitif.

Singkatnya, produk gim memiliki variasi yang sangat luas. Menghakimi semua gim secara serampangan tentu tidak adil. Ketika dimainkan oleh pemain yang tepat, gim dapat memberikan dampak positif: mengasah kreativitas, membantu pemecahan masalah, meningkatkan kerja sama, hingga memperkenalkan pengetahuan baru seperti sejarah.

Penting untuk Hilangkan Stigma Negatif

IGRS mungkin bukan topik yang sering muncul di obrolan sehari-hari, tetapi justru karena itulah perannya menjadi penting. Sistem ini membantu masyarakat menikmati gim dengan lebih bertanggung jawab dan memberi kesempatan untuk menghilangkan stigma negatif yang sudah lama melekat.

Jika kita ingin budaya bermain gim yang lebih sehat, langkah awalnya sebenarnya sederhana: mulailah dengan mengecek rating-nya.


Dapatkan tiket G2G Festival & TLGA 2025 dengan mengunjungi: https://bit.ly/G2GTLM2025

Share this article

Related post

Nuon Bawa Keseruan UPOINT.ID dan UPoint Esports ke Ajang Gamers to Gamers 2025

TODAK di Gamers to Gamers Chapter 4: Mendukung Gamer, Komunitas, dan Talenta Masa Depan

Voting resmi ditutup!🚫✨ Terima kasih buat semua yang udah ikutan! Info selanjutnya bakal diumumin di Instagram @thelazymonday dan @g2gfestival, Stay tuned!

23-24 November 2025

The Krakatau Grand Ballroom, Jl. Taman Mini Indonesia Indah Pintu 1 TMII, Jakarta